Thursday, May 28, 2009

Pemanasan Global




Kesan2 akibat pemanasan global yang kita tahu ialah:
- pencairan glacial ice atau airbatu kat kutub utara dan selatan
-peningkatan jumlah ribut taufan
- perubahan cuaca yang tak menentu
-meningkatnya paras air laut yang menegelamkan banyak pulau2 kecil
-kebakaran hutan
-penularan penyakit berjangkit
Apa yang kita tak tahu.....
Satu lagi berita buruk, pemanasan global juga membawa satu potensi bencana besar bagi planet kita, yaitu mencairnya methane hydrates: metana beku yang tersimpan dalam bentuk ais. Jumlahnya cukup mencengangkan: 3.000 kali dari metana yang saat ini ada di atmosfera.
Planet bumi menyimpan metana beku dalam jumlah yang sangat besar yang disebut dengan methane hydrates atau methane clathrates. Methane hydrates banyak ditemukan di kutub utara dan kutub selatan, dimana suhu permukaan air kurang dari 0 darjah Celcius, atau dasar laut pada kedalaman lebih dari 300 meter, dimana suhu air ada di sekitar 20 Celcius.
Methane hydrates juga ditemukan di danau-danau yang dalam, seperti danau Baikal di Siberia. Metana adalah gas dengan emisi rumah kaca 23 kali lebih ganas dari karbondioksida (CO2), yang bererti gas ini kontributor yang sangat buruk bagi pemanasan global yang sedang berlangsung.
Berita buruknya adalah pemanasan global membuat suhu ais di kutub utara dan kutub selatan menjadi semakin panas, sehingga metana beku yang tersimpan dalam lapisan ais di kedua kutub tersebut juga ikut terlepaskan ke atmosfera. Para ilmuwan memperkirakan bahwa Antartika menyimpan kurang lebih 400 juta ton metana beku, dan gas ini dilepaskan sedikit demi sedikit ke atmosfera seiring dengan semakin banyaknya bahagian-bahagian ais di antartika yang runtuh. Anda bayangkan betapa mengerikannya keadaan ini: Bila Antartika kehilangan seluruh lapisan aisnya, maka 400 juta ton metana tersebut akan terlepas ke atmosfera! Ini belum termasuk metana beku yang tersimpan di dasar laut yang juga terancam mencair karana makin panasnya suhu lautan akibat pemanasan global.

Bukti-bukti geologi yang kuat menyatakan sudah dua kali planet kita mengalami kejadian ini. Para ahli geologi menemukan bahwa malapetaka besar ini pernah terjadi kurang lebih 55 juta tahun lalu yang disebut oleh para ilmuwan sebagai Paleocene-Eocene Thermal Maximum (PETM). Ketika itu semburan metana naik ke permukaan sehingga mengakibatkan pemanasan planet dengan sangat cepat dan menyebabkan kematian dan kemusnahan yang besar, kemudian mengganggu keadaan iklim bumi.

6 comments:

AZANI said...

boleh salur methana tu buat bahanapi?kalau boleh tak payah nak korek minyak lagi.

syurgaidaman said...

umaur dah nak masuk tua baru terasa bumi ne macam nak letob...
tak tahu bila.........

Zaki said...

Chif,
camna nak kumpulkan gas tu ekk?


Man,
org dulu2 mungkin tak tahu, tapi org pandai2 sekaranglah yg merpercepatkan kemusnahan bumi.

~0~ said...

memang sekarang impaks pemanasan global sangat terasa. Panas yang teramat dan bahang.

GigiPalsu said...

Ki, mana pantun pantun kau? Kata nak jadi macam karam sing walia...

"Bagai telur di hujung tanduk...Begitulah nasib bumi kita hari ini"

Atau

"Kusangka panas sampai ke petang... rupanya malam pun panas juga"
Begitulah bumi kita sekarang...

Zaki said...

~o~
betul tu, rasa macam nak dok dalam aircond je.


Zam,
sekarang aku tengah training nak mengayakan tangannya pulak.